Skip to content
Desember 18, 2010 / takissu

Hi… Malio…

Tak seindah biasa. Ya! Pagi ini tak seindah biasanya. Suara gemercik sungai dan kicau burung hanyalah nada sumbang yang tak sedap ditelinga. Semua berubah ketika kuterima telepon darimu kemarin sore. Kalau tahu ceritanya seperti ini, aku memilih untuk tidak mendengarnya mendadak seperti itu.

2 Juli 2005, kau yang pertama bagiku. Nada pertama dalam hati, cerita pertama di lembaran cinta. Hm… Aku tidak pernah menyesal menjalani kisah itu bersamamu. Denganmu aku belajar tentang sahabat. Denganmu juga aku lupa arti sahabat. Denganmu aku tahu artinya kerjasama tim yang kompak. Denganmu juga aku belajar bagaimana berjalan sendiri. Hm… Denganmu, aku tahu semuanya dan lupa semuanya. You are amazing. Kau yang pertama menggetarkan hatiku, ketika banyak orang sedang berebut masuk kedalamnya. Kau melakukannya dengan cara yang luar biasa. Tidak ada yang menyangka pertemuan kita yang seperti itu bisa menciptakan cerita yang luar biasa.

Kemarin, aku seperti bukan diriku. Berita bahwa kau akan menikah, tidak begitu mengejutkanku. Aku bersyukur mendengarnya langsung dari bibirmu. Tapi, jangan seperti ini “nona”. Jangan mendadak seperti ini. Kesibukan menjadi alasanmu, dan dengan berat hati aku harus memakluminya..

Aku bahagia kamu akan menikah hari ini (18/12/2010). Setidaknya, waktu untukku tidak akan lama lagi. Aku bahagia untukmu dan keluargamu. Senyum ibumu dan keramahan ayahmu masih terlintas di ingatanku saat jari-jari ini menari di atas keyboard. Hm… Cerita lama yang sungguh indah. Ingin kuceritakan kisah ini kepada siapa saja yang kutemui. Tentang bagaimana indahnya saat bersamamu. Tapi aku takut, mereka akan iri. Tapi lebih dari itu, aku bangga padamu. Wanita perkasa yang luar biasa.

Selamat berbahagia, selamat menempuh hidup berumahtangga. Jadikan DIA kepala keluargamu, jangan biarkan huruf ke-18 membuatmu mundur. (Yang baca tulisan ini nggak usah belajar menghafal abjad ya…)

Kebahagiaan tersendiri buatku, saat siang nanti kamu resmi menjadi istrinya. Itu tandanya, tak lama lagi waktuku akan tiba. Janjiku untuk melihat pernikahanmu, mungkin tidak akan terwujud, tapi kesempatan untukmu menikah lebih dulu, sudah kulakukan. Salam sayang buat mama n papa. Bahagiamu, bahagiaku juga. Sedihmu,…? Hm… Akan kubawa dalam doa…

Hm… Kalau boleh waktu diulang. Aku mau mendengar kabar itu jauh2 hari. Biar aku bisa menghadiri acara bahagiamu itu.

Cara yang luar biasa saat kita bertemu. Dengan cara luar biasa juga aku mengatakan cintaku padamu. Keluargamu juga akan menjadi keluarga yang luar biasa…

God bless you bertubi-tubi…

Salam ‘takissu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: