Skip to content
Februari 22, 2011 / takissu

Aku dan ibu

Bunda, mama, mami, ibu, mom, entah ada berapa banyak sebutan untuk pribadi yang luar biasa. Baik yang melahirkan kita, membesarkan, mendidik dan membimbing kita. Dikenal sebagai pribadi yang penuh kasih. Sabar, lemah lembut tapi memiliki hati yang tegar.

Batu karang bisa hancur jika terus dihantam ombak. Tapi hati seorang ibu, siapa yang tahu. Ibu bisa menyembunyikan setiap perasaan dibalik wajah yang cantik itu. Tak ada yang bisa menebak atau mengira-ngira apa dibalik senyuman, tawa bahkan tangisannya.

Yang aku tahu, ibu adalah pribadi yang luar biasa. Tak akan menangis ketika anaknya bersedih. Dia ada untuk menghibur dan menguatkan. Dia akan menangis ketika anaknya bahagia dan sukses. Akan tersenyum ketika anaknya menangis untuknya. Dia harus terlihat kuat didepan buah hatinya.

Dulu, kau pribadi yang susah dimengerti. Bahasa kasihmu tak kumengerti sebelum semua terjadi. Ketika ayah mengijinkanku untuk bersepeda, kau malah memarahiku. Karena kau tak ingin aku terluka. Disaat ayah memberikan uang jajan yang lebih kepadaku, kau menegur ayah. Kenapa? Karena kau mau aku bisa lebih mandiri. Aku tak tahu apa yang terjadi jika aku akan menjadi milik orang lain. Apa yang ada dalam hatimu, akan menjadi tanda Tanya untuk kucari jawabannya.

Aku, anakmu yang sedang belajar. Belajar untuk masa depanku. Belajar menghadapai dunia dengan semua tawaran yang menggiurkan. Kau inginkan yang terbaik bagiku. Tapi kadang aku salah melangkah, terjatuh dan kau mengingatkan aku untuk berdiri dan berlari lagi. Walau tak mudah bagiku, aku mau membuat engkau tersenyum. Walau perih bagiku, aku tau, ada pelajaran dari semua itu.

Tak gampang menjadi anak. Karena aku tak mau melihat kau bersedih. Mungkin aku bisa duduk tiap hari bersamamu, menyanyikan lagu merdu untuk menghibur hatimu yang sendu. Tapi apakah itu yang kau inginkan?

Ibu, maafkan segala kesalahanku. Aku menyesal untuk semua pelanggaranku, Aku anakmu, sayangilah aku. Aku tak bisa berjalan kalau kau tak mengajariku merangkak. Aku ingin berlari, yakinkan aku.

Aku sayang ibu. B sayang mom. I love you, mother….

Tersenyumlah, karena saat aku menuliskan ini, aku menangis, hatiku menjerit.

Sampai ketemu, ketika aku pulang nanti.

Salam ‘takissu

God bless you bertubi-tubi…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: